5 Jenis Ikan Hias Yang Cocok Untuk Dipelihara

Jenis Ikan Hias
Ideaction – Ikan merupakan salah satu hewan peliharaan yang termasuk ke dalam hewan berdarah dingin atau vertebrata poikilotermik yang bernapas dengan insang dan hidup di air. Di seluruh dunia tersebar lebih dari 27.000 spesies dengan keunikan dan ciri khas yang berbeda beda. Berdasarkan jenis tulangnya, ikan juga dibagi menjadi 3, yaitu ikan bertulang keras atau Osteichthyes, ikan bertulang rawan atau Chondrichthyes, dan ikan tanpa rahang atau Anatha.
Ikan sangat bermanfaat untuk tubuh manusia karena mengandung banyak nutrisi, seperti serat protein, asam amino, omega 3, vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, zat besi, zinc, fluor, selenium, dan yodium.
Jenis jenis ikan juga dibagi berdasarkan tempat hidupnya, seperti air laut, air payau, dan air tawar. Nah, berikut ini akan saya jelaskan mengenai jenis jenis ikan lengkap.

Jenis Jenis Ikan Hias

1. Ikan Cupang

Siapa yang tidak tahu ikan jenis ini. Ikan ini kerap diperjualbelikan di sekolah dan pinggir jalan. Ikan cupang memiliki nama latin Betta sp. yang berasal dari Asia Tenggara. Negara yang banyak mempunyai jenis ikan ini adalah Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Ikan ini merupakan ikan yang serius dalam mempertahankan daerahnya. Ikan cupang tidak membutuhkan kolam yang besar. Ikan cupang juga terbagi menjadi 3, yaitu ikan cupang liar, ikan cupang hias, dan ikan cupang aduan.
Jenis ikan cupang hias yang paling terkenal adalah cupang halfmoon, crowntail, double tail, giant, dan plakat halfmoon. Harga ikan cupang bervariasi sesuai dengan corak warna dari tubuhnya.

2. Ikan Koi

Ikan koi merupakan ikan yang berasal dari Jepang, yang memiliki arti percintaan dan persahabatan. Ikan koi banyak dipelihara orang karena memiliki kepercayaan bahwa ikan koi dapat membawa keberuntungan atau hoki. Karena ikan koi banyak peminatnya, ikan koi menjadi ladang bisnis yang menguntungkan. Apalagi jika berhasil mendapatkan ikan koi dengan corak yang berbeda, ikan koi jenis tersebut bisa didaftarkan ke dalam kontes dan pastinya jika menang kontes, besar kemungkinan harga ikan koi tersebut akan melejit.

3. Ikan Louhan

Ikan Louhan merupakan ikan hias yang tidak kalah terkenal dengan cupang dan koi. Ikan louhan pertama kali dikembangbiakan pada tahun 1993. Ciri khas dari ikan louhan adalah bentuk kepala bagian depannya yang lonjong. Ikan louhan ini berasal dari Taiwan dan Malaysia yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Sama seperti ikan koi, ikan louhan juga dinilai membawa keberuntungan atau hoki bagi pemiliknya. Harga ikan louhan pun cukup mahal, dari mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung dari besar kepala dan keunikan corak warnanya.

4. Ikan Guppy

Ikan guppy merupakan ikan yang mudah menyesuaikan diri dan berkembang biak. Ikan ini memiliki banyak nama lain, seperti ikan cere dan ikan seribu. Ikan guppy termasuk ke dalam jenis ikan air tawar. Di Indonesia, ikan guppy mudah ditemukan di selokan atau parit. Walaupun begitu ada juga ikan guppy hias yang sengaja diternak dan dikembangbiakkan, lalu dijual.
Ikan guppy memiliki ukuran sekitar 2,5 sampai 5 cm. Tips mengembangbiakkan ikan guppy adalah dengan membuat dia nyaman di lingkungannya agar cepat melakukan perkembangbiakkan.

5. Ikan Molly

Ikan molly adalah ikan hias yang cocok untuk dipelihara di dalam akuarium karena bentuknya yang kecil dan sedikit bantet serta mempunyai warna yang cerah. Ikan molly mempunyai nama latin Poecilia Sp dan senang memakan pelet, cacing dan lainnya.
Harga ikan molly sangat murah, yaitu hanya sekitar Rp. 2.000 sampai Rp. 15.000.
Sumber: Poker Online

Jenis Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele Agar Panen

Jenis kolam untuk budidaya ikan lele

Ideaction.co – Salah satu ikan konsumsi yang mulai banyak dibudidayakan di Indonesia adalah ikan lele. Selain mudah, jenis ikan konsumsi ini juga bisa dibudidayakan di lahan yang terbatas. Jadi, Anda tidak perlu cemas jika tidak memiliki lahan kosong, sebab ada beberapa jenis kolam yang bisa dipilih sesuai dengan luas lahan yang Anda miliki. Beberapa jenis kolam tersebut diantaranya adalah:

Jenis Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele

Kolam Tanah

Jenis kolam yang sering digunakan oleh para peternak ikan lele adalah kolam tanah. Pada jenis kolam yang satu ini sebagian besar media kolam atau sekitar 90% badan kolam tertutupi oleh tanah di setiap dindingnya.

Keunggulan:

  • Hemat air
  • Kaya akan mikroorganisme seperti cacing yang baik untuk pakan ikan lele
  • Hemat biaya pembuatan kolam

Kekurangan:

  • Butuh lahan yang luas.
  • Butuh perawatan ekstra
  • Suhu kolam sulit untuk dikontrol
  • Kualitas ikan lele dari kolam tanah kurang baik hingga harga jual menjadi turun
  • Proses penyortiran ikan lebih sulit karena kondisi air yang terlalu keruh bisa membahayakan benih ikan lele

Kolam Terpal

Bagi Anda yang memiliki lahan sempit, kolam terpal merupakan salah satu jenis kolam untuk budidaya ikan lele yang bisa Anda pilih. Dengan menggunakan media terpal, Anda bisa membuat kolam bentuk bundar atau persegi, tergantung luas lahan yang Anda miliki. Sedangkan untuk kerangka bidang dasar kolam bisa menggunakan kayu, bambu, atau besi.

Keunggulan:

  • Harga pembuatan kolam lebih murah dibandingkan kolam beton
  • Bisa diaplikasikan di lahan yang terbatas dan minim air
  • Terhindar dari serangan hama dan pemangsa liar
  • Metode penyortiran lebih mudah
  • Kualitas lele lebih bersih dan tidak berbau lumpur
  • Harga jual ikan lele lebih mahal

Kekurangan:

  • Rawan bocor
  • Mudah lapuk
  • Air kolam lebih cepat bau

Kolam Beton

Jenis kolam berikutnya adalah kolam beton, yaitu media budidaya ikan konsumsi yang metodenya mirip dengan kolam tanah. Perbedaannya terletak pada konstruksi kolamnya yang terbuat dari semen.

Keunggulan:

  • Tidak mudah rusak atau bocor
  • Struktur kolam kokoh dan awet, bisa bertahan antara 5-10 tahun
  • Bisa mengontrol perubahan suhu
  • Perawatan kolam lebih terjaga
  • Hemat biaya perbaikan

Kekurangan:

  • Butuh biaya besar
  • Sulit untuk diperbaiki jika ada kerusakan pada kolam
  • Kolam harus disterilkan terlebih dahulu dari bau semen sebelum digunakan
  • Harus sering dibersihkan karena lumut mudah tumbuh di permukaan semen

Kolam Drum

Untuk kolam budidaya ikan lele berikutnya adalah menggunakan media drum. Anda bisa menyesuaikan ukuran drum yang akan dibeli dengan lahan yang tersedia. Selain membeli drum baru, Anda juga bisa memanfaatkan drum bekas yang masih layak pakai.

Keunggulan:

  • Kolam bisa dipindah-pindah
  • Pengontrolan air lebih mudah
  • Kolam drum tahan lama dan tidak mudah berkarat

Kekurangan:

  • Daya tampung ikan relatif lebih sedikit
  • Air kolam mudah kotor sehingga harus sering diganti
  • Ikan mudah stres akibat penggantian air kolam yang terlalu sering

Kolam Fiber

Jenis kolam yang terakhir adalah kolam yang terbuat dari bahan fiber. Kolam yang satu ini sering dijadikan alternatif untuk pembudidayaan ikan lele karena desainnya yang bagus dan penggunaannya yang mudah.

Keunggulan:

  • Bak kolam mampu menahan tekanan air
  • Mudah dipindah-pindah
  • Lebih awet dan tahan lama
  • Proses pemeliharaan dan pembersihan lebih mudah

Kekurangan:

  • Harga pembuatan kolam lebih mahal
  • Air kolam harus sering diganti
  • Daya tampung ikan terbatas

Anda bisa menggunakan kolam dengan media tanah, beton, terpal, drum, atau fiber untuk budidaya ikan lele. Diantara semua jenis kolam tersebut, pilihlah yang sesuai dengan lokasi dan luas lahan serta dana yang Anda miliki untuk pembuatan kolam tersebut.